Wisata Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul

Setelah saya dan mas Dwiki selesai dari candi Sambisari. Kami melanjutkan mendayung sepeda kami kearah candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan bukit-bukit gunung yang sangat indah. Dikiri kanan-jalan yang kami lalui, terdapat hamparan tanaman tembakau dan sawah-swah yang siap di panen. Terkadang juga kami berpapasan dengan para petani yang baru selesai memanen hasil padinya. Saat berpasasan dengan mereka, kami saling bertegur sapa.

Tak terasa jarak dari candi Sambisari ke candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul sekitar 1 jam. Tapi perjalanan itu tidak terasa. Dengan keindahan alam yang sangat indah sepanjang perjalanan. Meskipun matahari sangat panas pada saat itu. Tapi angin sepoi-sepoi membuat kami tidak terasa capek sepanjang perjalanan. Oh ya, jika kita mengambil titik pertama perjalanan ke candi ini dari candi Prambanan. Maka jarak tempuh tidak sangat lama kira-kira jika menggunakan motor sekitar 10 menit atau dengan sepeda sekitar 20 menit sampai 30 menit. Saya menyarankan untuk menggunakan sepeda. Supanya bisa menikmati keindahan lereng merapi, hamparan pemandangan tembakau, dan kawanan burung-burung sawah.

Setelah kami memarkir sepeda di depan candi. Kami terlebih dahulu menulis identitas kami di pintu masuk, sambil membayar uang masuk Rp. 3.000,00. Setelah itu kami masuk ke lingkungan candi. Candi pertama yang kami kunjungi adalah candi Plaosan Lor. Candi-candi ini terbuat dari batu gamping yang berasal dari letusan gunung berapi. Tapi sayang akibat gempa 2006 dan letusan gunung berapi tahun 2010. Banyak batu gamping yang rusak. Kemudian batu ini diganti dengan batu bata yang didesain sedemikian rupa sama dengan bentuk aslinya.

Pas pertama kami masuk kedalam candi. Kami disuguhi dengan bentuk pintu candi yang sangat indah. Semua pintu masuk ke dalam bagian candi terbuat dari batu gamping. Sehingga jika di lihat dari luar candi, candi ini seperti goa. Kemudian kami masuk kedalam bagian tengah candi yang pada saat itu agak gelap. Terdapat pendopo yang menurut saya, kira-kira berukuran 21 m x 19 m. Setelah itu pada bagian tengah candi terdapat 3 altar. Pertama altar utara yaitu stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha, altar barat terdapat gambar Manjusri, dan yang terakhir altar timur yang terdapat gambar Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya.

IMG_20151103_110932

Setelah kami berkeliling melihat setiap ornament yang ada dalam candi sekitar 40 menit. Kami berpindah ke candi kesebelahnnya. Candi ini disebut candi Plaosan Kidul. Candi ini memiliki pendopo yang di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi. Dari delapan candi ini terbagi menjadi 2 tingkat. Tiap-tiap tingkat candi terdiri dari 4 candi. Dalam candi ini terdapat gambar Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai “ibu dari semua Budha”. Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat yang asli.

IMG_20151103_191831

Selain dari 2 candi utama, candi Plaosan Lord dan candi Plaosan Kidul. Komplek candi terdapat stupa perwara yang terlihat di semua sisi candi utama dan juga candi perwara yang lebih kecil. Secara keseluruhan dilingkungan candi terdapat 116 stupa perwara dan 50 candi. Selain candi-candi. Dilingkungan candi terdapat tempat penyimpanan stupa-stupa dan beberapa bagian candi yang sudah dibongkor. Disini saya bisa menemukan informasi kalau candi Plaosan di bangun oleh Wangsa Sailendra yang menganut agama Budha. Saya bisa menembak candi ini merupakan pengaruh dari agama budha, karena bentuk ornament-ornamen yang berbentuk khas bunga, dan patung-patung Budha yang berada dalam ruang penyimpanan.

IMG_20151103_090134

Tak terasa kami berkeliling candi sekitar 2 jam lebih lamanya. Karena pada hari itu matahari sudah sangat terik. Kami memutuskan untuk pulang. Setelah membanyar uang parkiran Rp 2.000,00. Kami pun mengakhiri wisata candi untuk hari ini.

6 Keuntungan Meminjam Uang di Credit Union

pinjaman-dana-di-Magelang-1

Semakin hari uang sangat dibutuhkan. Sekarang ini banyak orang sangat membutuhkan uang untuk keperluan mendesak, seperti membeli obat-obatan, kebutuhan sekolah anak, dll. Terkadang beberapa perusahaan simpan-pinjam atau orang-orang yang mempunyai harta berlebihan memanfaatkan keterdesakan masyarakat dengan memberikan pinjaman uang dengan bunga pinjaman yang sangat tinggi. Terkadang akibat bunga pinjaman yang sangat tinggi, peminjam tidak dapat mengangsur tiap bulan atau minggu uang pinjaman yang sebelumnya telah dipinjam. Ia hanya sibuk membanyar bunga setiap bulan atau minggu.

Supaya calon peminjam uang tidak terjebak dalam permainan para pengusaha atau perusahaan yang memberikan pinjaman. Sebaiknya, seorang yang lagi membutuhkan uang tahu  lembaga-lembaga simpan-pijam yang tidak memberatkan para nasabah atau orang yang meminjam uang.

Salah satu lembaga simpan pinjam yang menurut saya sangat bagus adalah Credit Union (CU). Berdasarkan pengalaman teman-teman saya yang ada di Kalimantan, Yogyakarta, dan keluarga saya sendiri yang pernah meminjam uang di CU, ada beberapa keuntungan yang mereka peroleh dari meminjam uang di Credit Union (CU), yaitu:

1. Bunga Pinjaman yang Rendah

Jika di beberapa bank bunga pinjaman dari awal meminjam sampai akhir sekitar 2% keatas. Berbeda dengan yang berlaku di Credit Union (CU), bunga uang pinjaman diawal meminjam sekitar 1,85%, tetapi semakin bulan pembayaran bunga dan uang pinjaman, maka bunga uang semakin berkurang. Tidak menutup kemungkinan pada akhir pembanyar bunga pinjaman hanya sekitar 0, 5 %.

2. Tidak Mempunyai Batas Pembayaran

Di beberapa perusahaan atau bank yang memberikan pinjaman, seseorang yang telah meminjam uang harus membayar angsuran pinjaman bersama dengan bunga pinjaman tiap bulan sampai batas yang ditentukan. Di Credit Union (CU) agak sedikit berbeda aturannya, bagi seorang nasabah CU yang mampu membayar pinjamannya secara keseluruhan pada bulan ke 6 dari jangka angsuran selama 2 tahun. Pihak CU memperbolehkannya dan ia hanya membayar nominal uang yang ia pinjam tanpa harus membayar bunga secara keseluruhan.

3. Sebagian Bunga Pinjaman Masuk ke Dalam Rekening Nasabah

Keuntungan yang diperoleh dari meminjam di Credit Union adalah hasil dari keseluruhan bunga pinjaman yang dibayar oleh nasabah yang meminjam akan masuk ke rekening nasabah sekitar 2-3%.

4. Tidak Mendapatkan Berbagai Potongan

Beberapa pengalaman yang anggota keluarga saya alami adalah ketika meminjam di bank sekitar 100 juta. Nominal uang yang dicairkan oleh bank tidak sepenuhnya 100 juta, tetapi sekitar 95 juta. Pemotongan pinjaman karena pajak, pontongan dari dinas terkait, dll.

Berbeda dengan di CU, jika seorang nasabah meminjam 100 juta, maka uang yang akan didapatkan oleh nasabah yang meminjam uang 100 juta juga.

 5. Tidak Terdapat Berbagai Potongan

Beberapa bank yang saya lihat selama ini, banyak memberlakukan potongan. Misalnya seorang PNS meminjam kredit di sebuah bank daerah sekitar 100 juta. Total yang ia dapatkan tidak bersih seratus 100 juta rupiah mungkin hanya sekitar 96 juta rupiah, karena mendapatkan berbagai potongan dari bank, dinas terkait, dll.

6. Proses Pecairan Dana Cepat

Beberapa bulan yang lalu, saudara saya meminjam uang di CU senilai 20 juta. Proses pencairan dana cepat hanya sekitar 3-4 hari.

Itulah beberapa keuntungan meminjam uang di CU. Saya menulis ini bukan berarti saya menjelek-jelekkan perusahaan simpan-pinjam. Tetapi, saya hanya memberikan pertimbangan bagi masyarakat terkhususnya golongan menengah-kebawah.

 

 

Sumber foto : situsmagelang.com

 

 

 

Malas Berpikir

18882007_1594232257268181_2104511552857963900_n

Beberapa bulan yang lalu ketika saya masih berada di kota yang menurut media dan pemerintah, salah satu provinsi yang paling toleran di Indonesia. Saya sering mendengar dari teman-teman yang sedang mencari kos, pertanyaan pertama yg selalu muncul ditanyakan oleh ibu pemilik kos, “mas asalnya darimana?”. Biasanya mahasiswa baru yang pertama datang dari kampung dengan polos menjawab “saya dari salah satu kota di daerah Indonesia Timur mbak”. Dengan sedikit wajah agak cuek, si ibu pemilik kos biasanya mengatakan “maaf mas kamar disini penuh semua”. Duka yang lain menjadi seorang anak kos, saat dari jauh seorang mahasiswa dengan wajah sangar, hitam pekat, dan keriting menanyakan kos. Sebelum pertanyaan dari mahasiswa ini selesai si pemilik kos sudah menjawab “maaf disini kamar penuh mas”.

Penolakan-penolakan seperti diatas bukan tanpa alasan, meskipun ada kamar kosong, tetapi si pemilik kos mengatakan kamar sudah penuh. Salah satu penolakan semacam ini terjadi, karena ditengah-tengah masyarakat sekitar kos beredar kabar daerah, mahasiswa dari kota Indonesia bagian timur suka buat onar. Bukan hanya itu saja terkadang mahasiswa yang hitam pekat, keriting, dan bersuara keras adalah orang yang mempunyai karakter buruk. Tak ada salah berandai-andai, seandainya pemilik kos berpikir tidak semua dari mahasiswa dari kota tersebut mempunyai karakter buruk. Pasti tidak adanya penolakan dan dendam terselubung. Kemalasan berpikir akan menimbulkan saling menghakimi dan membenci satu sama lain.

Waktu

Clock foto

Detik demi detik terus berdetak
Manusia bodoh terus diam dan memutar otak
Manusia bodoh hanya diam ditempat
Sambil menyebar konspirasi kau kafir, anjing, PKI di setiap sudut-sudu warung
Ucapan-ucapan itu bagi manusia produktif hanya sekedar angin berlalu

Tapi…

Manusia-manusia produktif sibuk bekerja dan berkarya
Manusia bodoh hanya bisa iri, dengki melihat mereka yang bekerja
Manusia bodoh tidak bisa menjual apa-apa
Selain jadi jongos kaum kapitalis
Kaum kapitalis yang butuh jasa mereka.

Manusia bodoh terus bodoh
Waktu terus berputar
Tapi kau manusia bodoh tetap menjadi babu kaum kapitalis
Manusia bodoh, kamu hanya menjadi virus di tengah masyarakat

 

Pukul : 1.30 wib

Gunungsitoli, 26 Mei 2017.

Taman Ya’ahowu, Sebuah Taman Favorit bagi Masyarakat Kota Gunungsitoli

IMG_0153

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat mengelilingi pusat Kota Gunungsitoli dengan sepeda tua saya. Ketika sampai di depan Lapangan Merdeka, saya belok kanan dan lurus terus kearah pelabuhan lama. Setelah sampai area pelabuhan lama, saya merasa takjub melihat deretan lampu yang mirip dengan deretan lampu yang ada di Jalan Kartini, Salatiga atau Jalan Malioboro, Yogyakarta. Pelan-pelan saya mendayung sepeda saya sambil memandang ke arah taman. Saat itu saya tertarik dengan bentuk taman yang sangat luas dan berada di dekat pantai. Saya masih ingat sekitar 10 tahun yang lalu bagaimana bentuk taman yang sekarang ini. Dulu disebelah kiri taman sangat banyak ditumbuhi berbagai rumput, dan pada sore hari terkadang berjejeran kambing yang sedang memakan rumput atau ibu-ibu yang menjemur pakaian. Tapi, apa yang saya lihat sekarang ini sangat berbeda 180 derajat. Di bagian kiri dan kanan jalan tidak lagi ditumbuhi dengan berbagai rumput yang sangat lebat atau kambing-kambing yang sedang berjejeran. Malah yang ada di sebelah kanan taman terdapat jongging treck, kantin, dan jalur bagi para pengguna kursi roda.

Taman Ya’ahowu merupakan sebuah taman yang menjadi tempat favorit. Setiap sore menjelang malam Taman Ya’ahowu selalu dikunjungi oleh masyarakat Nias atau mereka yang hanya berlibur atau urusan dinas di Pulau Nias.

Beberapa bulan terakhir, saya beberapa kali berkunjung ke Taman Ya’ahowu bersama dengan beberapa teman atau terkadang ketika capek mendayung sepeda mengelilingi Kota Gunungsitoli pada sore hari. Saya beristirahat di taman ini. Setelah beberapa kali berkunjung ke taman ini, Ada beberapa keunikan dan keunggulan taman ini dibandingkan taman-taman yang lain yang ada di Kota Yogyakarta, Semarang, atau Salatiga, yaitu:

Letak Taman Ya’ahowu yang sangat bagus
Jika di kota-kota yang pernah saya kunjungi sebelumnya, sebuah taman terletak di tengah kota dan dikelilingi oleh berbagai bangunan-bangunan. Tetapi, letak Taman Ya’ahowu sangatlah berbeda, taman ini terletak dekat pantai dan langsung berhadapan dengan lautan. Karena letaknya berada di dekat pantai, pemerintah Kota Gunungsitoli membangun sebuah tempat tempat pemancingan. Biasanya setiap sore menjelang malam tempat ini sudah banyak dipenuhi oleh masyarakat yang hobi memancing ikan.

Selain itu juga, banyak masyarakat mengunjungi taman ini karena letaknya berada dekat pantai. Pada malam hari angin sepoi-sepoi yang datang dari laut adalah salah satu yang bisa dirasakan oleh setiap pengunjung. Malah terkadang beberapa kali, ketika saya sedang duduk di taman ini. Saya melihat satu atau dua buah kapal penumpang atau kapal barang yang ke Sibolga melintas.

Tersedia berbagai fasilitas yang memadai
Beberapa kali saya mengunjungi Taman Ya’ahowu saya tidak kesulitan menemukan tempat duduk. Di taman ini menurut saya fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Kota Gunungsi hampir sama dengan taman-taman yang ada di Lapangan Pancasila, Salatiga atau Tunggu Muda, Semarang. Di setiap jarak 1-2 meter terdapat kursi panjang yang saling berhadapan. Semua kursi-kursi yang ada di taman ini terbuat dari semen. Menurut saya mungkin pemerintah kota membuat semua kursi di taman in berbahan semen, supanya tahan lama alias awet hehehe…

Bukan hanya kursi-kursi fasilitas yang ada di taman ini, tetapi terdapat juga sebuah panggung utama yang terletak ditengah taman. Kalau saya pikir-pikir, bentuk panggung ini tradisional sekali karena bentuk atap panggung hampir sama dengan bentuk atap rumah adat tradisional Nias bagian utara yaitu berbentuk bulat. Begitu juga dengan bahan atap panggung terbuat dari daun rumbia (mulai sulit ditemukan). Biasanya panggung yang berada ditengah lapangan dipergunakan pada saat acara-acara, seperti Pesta Ya’ahowu, Peringatan hari kemerdekaan, dll

Bagi lansia yang menggunakan tongkat atau kursi roda tidak usah kwatir jika ingin berkunjung ke Taman Ya’ahowu, karena di sebelah kiri taman terdapat jalur jalan yang permukaanya sedikit miring supanya kursi roda bisa naik. Sedangkan bagi yang menggunakan tongkat tidak usah kwatir juga, karena di sebelah kiri dan kanan jalur jalan yang sedikit miring terdapat besi tempat para pengguna tongkat dapat berpegangang.

Jika merasa capek berjalan kaki dari ujung ke ujung, di Taman Ya’ahowu juga terdapat sebuah kantin di sebelah sudut kiri taman. Biasanya terdapat berbagai jenis minuman soft drink, kopi, the dan aneka makanan ringan. Atau jika merasa tidak cocok dengan makanan di kantin yang ada di Taman Ya’ahowu. Persis di depan taman berjejer warung makan yang menyediakan berbagai makanan atau bagi yang hanya sekedar minum. Bisa memesan air kelapa muda segar yang terdapat di sebelah ujung kanan taman.

Tempat yang luas dan asri
Selama saya tinggal di Pulau Nias beberapa bulan ini. Saya tidak pernah mendapatkan informasi taman yang lebih luas dari Taman Ya’ahowu yang ada di Pulau Nias. Jika saya perkirakan dari ujung ke ujung kira-kira panjang taman sekitar 500 meter dan lebar sekitar 40-50 meter. Saya melihat hampir keseluruhan taman sudah di tata dengan baik. Di bagian tengah taman, sebagian sebelah kiri, dan jalur pejalan kaki sudah disusun dengan batu-batu susun berwarna merah.
Menurut saya selain luas, kedepannya Taman Ya’ahowu akan sangat asri karena sudah ditanami berbagai pepohonan yang kira-kira ukurannya 10-15 meter dan juga terdapat berbagai rumput hijau. Tetapi sayang disebelah kanan taman belum diurus dengan baik. Belum terdapat rumput-rumput hijau.

Secara keseluruhan Taman Ya’ahowu sudah bagus dan tertata dengan rapi. Tapi sayang masih banyak saya melihat tangan-tangan jahil yang membuat graffiti di beberapa bagian tembok di dalam Taman, dan beberapa masyarakat yang berkunjung ke taman belum sadar tentang pentingnya kebersihan. Di beberapa tempat masih ada bekas botol gelas aqua yang berserakan, kantong plastik, dan bungkus makananan. Semoga kedepannya masyarakat sadar dan memelihara Taman Ya’ahowu dengan baik.