Jadikanlah Bersepeda Sebagai Life Style

Seorang profesor di School of Public Health, Minnesapolis yang bernama Robert Kane, M.D  dalam buku Rahasia Hidup Sehat Orang-Orang Tertua di Dunia karangan Dan Buettner menulis , cara memperpanjang usia adalah daripada melakukan olahraga demi olahraga itu sendiri, cobalah membuat perubahan pada gaya hidup Anda. Lebih memilih mengayuh sepeda daripada mengendarai mobil. Biasakanlah aktivitas tersebut sehingga menjadi gaya hidup Anda.

standar-web

Berhubungan dengan menganyuh sepeda sebagai gaya hidup. Saya sudah melakukannya sejak 3 tahun lalu. Awalnya saya sama sekali tidak tertarik untuk mengunakan sepeda. Pada saat itu, teman saya yang berasal dari Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pulang libur ke kampung halaman. Ia menitipkan kepada saya sepedanya.

Selama teman saya liburan, dan kebetulan saat itu saya tidak ada kerjaan di kost. Saya menggunakan sepeda tersebut untuk mengunjugi beberapa tempat wisata yang ada di Yogyakarta, seperti Museum Affandi, Malioboro, dan Monumen Jogja Kembali (Monjali). Begitu juga ketika hendak membeli sarapan atau makan malam di warung makan. Saya selalu menggunakan sepeda.

Selama hampir 3 bulan menggunakan sepeda. Saya merasakan perubahan yang sangat draktis dalam tubuh saya. Beberapa penyakit yang sudah saya derita dari SMA kelas 1 sampai saya kuliah semester 4, seperti sesak nafas, tangan berkeringat, mudah cemas, dan denyut jantung tidak stabil. Saya merasakan sudah mulai sembuh.

Dulu, sebelum menggunakan sepeda. Saya selalu sesak nafas, tangan berkeringat, dan cepat cemas. Ketika saya berada di tempat dingin, seperti Kaliurang, Yogyakarta atau Kopeng, Kab. Semarang. Atau, pada saat saya mandi malam sekitar pukul 7. Tetapi setelah menggunakan sepeda selama 3 minggu. Ketika mandi malam atau berada di tempat-tempat yang bersuhu dingin. Tangan saya tidak basah atau saya cemas. Malah saya merasakan badan saya sangat bugar. Setelah teman saya yang mempunyai sepeda balik ke Jogja dan mengambil sepedanya.

Karena manfaat bersepeda mulai saya rasakan. Saya memutuskan untuk membeli sebuah sepeda. Sampai saat ini saya tetap mempertahankan komitmen bersepeda sebagai bagian dari life style saya (gaya hidup) dengan rasa enjoy dan happy. Selama 3 tahun ini. Untuk tetap mempertahakan gaya hidup bersepeda, saya mempuyai beberapa tips, yaitu:

Mengatur Waktu

Saat pertama-tama, saya berkomitmen untuk menjadikan bersepeda sebagai life style (gaya hidup) tidaklah muda.  Untuk mengatasinya. Saya harus mengatur waktu dengan baik. Misalnya, ketika jadwal kuliah pukul 08.00 wib. Saya sudah berangkat dari kost sekitar 7.15 wib, dan sampai kampus sekitar pukul 07.40 wb. Agar tetap konsentrasi dan tidak kelelahan di dalam kelas. Waktu yang sisa 20 menit sebelum masuk kelas, saya pergunakan untuk beristirahat atau minum teh atau kopi di kantin kampus. Begitu juga, jika jadwal kuliah pukul 12. 30 wib. Saya sudah berangkat dari kost pukul 11.00 wib. Waktu sisanya saya gunakan untuk membaca buku di Perpustakaan atau mengerjakan tugas.

Ketika mengunjugi sebuah Pameran di Jogja Museum Nasional, Yogyakarta, yang berjarak dari kost saya di Monjali sekitar 13 KM. Saya biasanya berangkat dari kost sekitar pukul 15.30 wib. Kemudian, balik ke kost sekitar pukul 18.30 wib. Tetapi sebelum memutuskan berangkat ke tempat pameran. Saya pastikan sebelumnya bahwa saya tidak mempunyai tugas kuliah yang harus dikerjakan. Supaya setelah pulang dari tempat pameran. Saya tidak bergadang untuk mengerjakan tugas-tugas, dan besok tidak terlambat masuk kuliah.

Begitu juga pada saat sudah kerja. Saya tetap menggunakan sepeda untuk bisa sampai ke Sekolah, tempat saya bekerja. Biasanya, untuk tidak terlambat masuk kerja, dan tidak terjebak kemacetan di Jalan. Saya biasanya berangkat dari kost pukul 06.30 wib. Sampai di tempat kerja sekitar pukul 07.15 wib. Waktu yang 15 menit. Saya biasakan untuk beristirahat sejenak.

dsc_0611

Komitmen

Menjadikan sepeda sebagai bagian dari gaya hidup tidaklah muda. Pada saat awal menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama saya sangatlah susah. Untuk menjaga komitmen itu tetap terjaga. Selama 1 minggu pertama, saya usahakan dalam satu hari untuk menggunakan sepeda satu kali. Kemudian, selama minggu kedua. Setiap harinya saya menggunakan sepeda 2-3 kali. Begitu seterusnya. Sampai saya tetap menggunakan sepeda kemanapun saya pergi. Meskipun jarak yang saya tempuh dengan bersepeda sangatlah jauh.

Selalu Enjoy dan Happy

Ketika pertama-tama rutin menggunakan sepeda. Saya merasa capek, terbebani, dan terkadang ada perasaan malu. Karena di Kampus jarang yang membawa sepeda. Tetapi lama kelamaan. Saya tidak malu. Malah yang ada rasa enjoy menggunakan sepeda setiap saat. Cara saya supanya tetap enjoy dan happy menggunakan sepeda. Saya menanamkan dalam diri saya, bahwa inilah gaya hidup saya. Saya ingin hidup sehat. Dan, ketika berhasil mengunjungi sebuah tempat dengan menggunakan sepeda. Ada rasa kepuasaan tersendiri dalam diri saya. Bahwa saya berhasil menaklukan tempat tersebut.

Selain itu yang membuat saya tetap enjoy dan happy, ketika mendayung sepeda di pagi hari di daerah yang banyak persawahannya. Saya merasakan paru-paru saya segar.

Ingat Target

Ketika rasa capek akibat menggunakan sepeda setiap hari. Dan, ingin rasanya menggunakan motor. Saya kembali ingat target utama saya. Saya bersepeda untuk bisa tetap sehat dan tetap bugar untuk setiap saat.

Untuk lebih rincinya manfaat-manfaat yang saya rasakan rutin bersepeda selama 3 tahun bisa dibaca dibawah ini:

1. Badan Terasa Ringan Dan Tidak Mudah Teserang Penyakit

Sebelum menggunakan sepeda. Ketikan kuliah pagi pukul 08.00 wib. Saya tidak bisa beranjak dari atas kasur. Saya sudah membuka mata sekitar pukul 07.00 wib. Tapi rasanya malas untuk bangun. Lalu terjadilah tawar menawar dalam hati untuk bagun 15 menit lagi. Tapi yang terjadi. Malah ketiduran sampai pukul 8 lewat. Akibatnya, saya tidak bisa kuliah.

Tetapi, setelah menggunakan sepeda. Badan saya terasa ringan. Setelah suara sholat subuh. Saya sudah bisa bangun. Sampai sekarangpun. Saya tetap teratur bangun pagi sekitar pukul 5. Manfaat yang saya rasakan bisa bangun pagi. Saya bisa mengatur aktivitas saya selama satu hari, saya tidak kena penyakit maag atau masuk angin karena terlambat makan, dan saya mempunyai waktu mempersiapkan bahan materi untuk diajarkan kepada para siswa di Sekolah.

Sejak rutin menggunakan sepeda. Saya jarang terserang penyakit. Mungkin hanya sekitar 10 kali dalam 3 tahun saya terserang penyakit flu dan demam. Ketika terkena penyakit saya tidak perlu minum obat. Saya hanya istirahat beberapa jam.

2. Beberapa Penyakit Sembuh

Sejak umur 16 tahun. Pernafasan saya tidak stabil setelah selesai berolahraga. Terkadang pada saat sedang bermain futsal atau basket selama 20 menit. Pernafasan saya mulai tidak teratur. Kemudian, saya merasakan bagian leher belakang saya seperti ditusuk jarum. Setelah itu saya merasakan pusing dan seperti ingin pingsan. Begitu ketika selesai mandi malam. Perasaan saya gelisah, tangan saya keringat tanpa sebab. Terkadang denyut jantung saya tidak stabil.

Setelah menggunakan sepeda sekitar 1 tahun lebih. Saya mulai merasakan manfaatnya dalam tubuh saya. Setelah beberapa tahun tidak bermain futsal. Saya diajak oleh teman bermain futsal. Selama bermain futsal, saya sama sekali tidak merasakan bagian leher saya ditusuk jarum. Atau, sesak nafas sama sekali. Begitu juga beberapa kali mandi malam. Saya sama sekali tidak merasakan tangan saya berkeringat dan tangan keringat.

3. Emosi Jadi Stabil dan Stress Jadi Hilang

Sebelum menjadikan mendayung sepeda sebagai gaya hidup. Saya sering cepat emosi. Ketika teman-teman berbeda pendapat dengan saya. Saya selalu marah. Begitu juga kalau saya stress karena tugas kuliah yang begitu banyak, nilai UTS saya rendah, uang kiriman terlambat datang. Intonasi suara saya tidak stabil terkadang keras. Beberapa menit kemudian lembut. Karakter saya kepada teman-teman. Terkadang sangat baik, dan beberapa menit kemudian saya emosi ke mereka.

Cara saya mengatasi stress. Ketika stress itu datang. Saya mendayung sepeda saya ke Malioboro. Dari kost saya ke Malioboro sekitar 10 KM atau pulang-pergi 20 KM. Selama mendayung sepeda rasa stress itu hilang begitu saya. Setelah pulang kost. Saya seperti merasakan pemikiran saya segar. Dan, intonasi suara saya sangat stabil. Begitu juga dengan emosi saya sangat stabil dan tenang.

4. Sikap Optimis

Selama saya menggunakan sepeda. Rasa optimis dalam diri saya terus bertumbuh. Contoh sederhana, saat saya sudah setengah perjalanan ke Malioboro. Rasa capek dan letih mulai terasa. Tetapi karena target untuk mencapai Malioboro. Dengan terpaksa dan rasa optimis saya harus bisa sampai ke Malioboro. Begitu saat pulang, ketika sudah magrib. Saat perjalanan pulang rasa capek dan lapar mulai terasa. Apapun resikonya. Saya harus mendayung sepeda saya. Supanya bisa sampai di kost.

5. Mendapatkan Banyak Inspirasi

Ada saja inspirasi atau ide yang saya dapat selama perjalan mendayung sepeda. Biasanya ide atau inspirasi itu muncul dari para penggendara motor, dari stiker-stiker yang ditempel di belakang badan mobil atau motor, berbagai karakter orang, dari reklame yang terpasang dimana-mana, dan dari para pedangang.

Memang untuk memulai tekat bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup susah. Apalagi di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dll. Cuaca yang cukup panas, polusi, kemacetan, dll merupakan beberapa tantangan yang banyak dihadapi oleh para pesepeda pemula.

Tetapi disitulah seninya dan tantangannya. Manfaat yang didapat dari bersepeda. Seimbang juga dengan tantangan yang didapatkan. Ayo mari jadikan bersepeda sebagai life style.

Advertisements

6 thoughts on “Jadikanlah Bersepeda Sebagai Life Style

      1. Bener banget. Ngeri emang kalo naik sepeda di Medan, jalan kaki aja udah pinggir banget masih juga didesaak minggir padahal di sebelah udah parit. Wkwkkw..

        Btw, tadi pas baca, ada beberapa yang masih typo mas, saranku lebih baik diedit lagi biar makin asik pas dibaca.

        Liked by 1 person

  1. namanya juga Medan…saya jadi ingat kalimat, “ini Medan bung,,,Keras”….hahaha

    makasih banyak sarannya mbak, saya pasti edit kembali..

    Saya sangat harapkan saran-saran atau ide-ide dari mbak untuk tulisan saya kedepannya….hehehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s