Wajarkah Kita Mengucilkan Para Kaum LGBT

Kurang tau mengapa isu LGBT ( Lesbi, Gay, Bisexual, dan Transgender) sekarang ini menjadi sebuah isu yang booming, dan sangat sensitif di Indonesia. Para tokoh agama, penegak hukum, para kaum intelektual, dan masyarakat bawah sangat heboh mengomentari dan mengucilkan kaum LGBT.

Sebenarnya permasalahan dan isu LGBT bukanlah isu baru lagi di tingkat Internasional. Tapi, di negara kita yang sangat religius ini. Isu LGBT baru hangat-hangatnya semenjak Mahmah Agung (MA) Amerika Serikat pada tanggal 26 Juni 2015 melegalkan pernikahan sesama jenis di 50 negara bagiannya. Semenjak pada saat itulah, isu LGBT menjadi sebuah isu yang sangat penting di Indonesia. Hampir semua kalangan ikut mengomentarinya. Tapi sayang isu ini bergulir begitu saja, dan kemudian hilang begitu saja tanpa sebuah keputusan dan penyelesaian.

Permasalahan LGBT di Indonesia kembali heboh. Semenjak seorang kalangan akedemis Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir memberikan pernyataan yang sangat konstroversial. Ia mengatakan “jika mahasiswa/i adalah salah satu golongan dari LGBT. Maka mahasiswa/i yang bersangkutan wajib dikeluarkan dari kampus”. Kurang lebih begitu persyataan sang menteri.

Saya kurang paham bisa-bisanya seorang menteri memberikan pernyataan yang kontroversial semacam itu. Apakah mungkin tidak ada lagi permasalahan yang lebih penting untuk di angkat di tubuh kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi selain pada LGBT. Bagaimana dengan permasalahan pemalsuan ijasah palsu, permasalahan akreditas kampus, dan masalah kampus abal-abal, yang sampai sekarang ini belum ada penyelesaiannya.

Semenjak pernyataan Pak Menteri inilah isu LGBT di komentari dan di diskusikan berbagai kalangan. Tak ketinggalan Indonesia Lawyer Club TV one mendiskusikan isu LGBT. Jika di tarik kesimpulan masyarakat banyak mengomentari secara negatif para kaum LGBT. Banyak komentar para tokoh agama, masyarakat umum dan netizen mengomentari bahwa kaum LGBT sebagai “orang-orang yang paling berdosa di muka bumi ini, kaum ini sudah sepatutnya berada di neraka jahanam”. Tidak lebih begitulah komentar banyak orang tentang kaum LGBT.

Tapi tunggu dulu, apakah para tokoh agama tidak tahu juga. Jika kaum LGBT sudah ada di beberapa pesatren. Berdasarkan hasil penelitian Iskandar seorang mahasiswa di program sosiologi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2012. Di daerah Sumenep terdapat pesantren tradisional yang bernama Nagiyah. Di pondok pesantren ini ia menemukan bahwa praktik homoseksual dengan mudah dapat dijumpai dan bahkan dilakukan dengan cukup terbuka di dalamnya.

Oleh karenanya sebelum berkomentar, sebaiknya lebih tahu dulu mengapa seseorang bisa menjadi salah seorang dalam kaum LGBT. Banyak dari kaum LGBT yang ingin bertobat dan kembali menjadi manusia normal. Tapi sayang banyak dari kita tidak menerima mereka kembali dan mengangap mereka adalah orang sudah paling najis di muka bumi ini. Oleh karena penghakiman kita sendirilah. Mereka tetap menjadi seorang lesbi, gay, bisexual, atau transgender.

Selain itu juga seseorang bisa saja menjadi kaum LGBT adalah faktor kromosom pada pusat sel otaknya. Meskipun sebenarnya ia tidak ingin menjadi salah satu bagian dari LGBT. Tapi kromoson yang ia bawa semenjak lahir. Itulah yang menyebabkan dan menuntut mereka menjadi seorang yang termasuk dalam kaum LGBT.

Pengalaman masa kecil bisa juga membuat seseorang menjadi kaum LGBT. Salah satu contohnya adalah seorang mahasiswi di Yogya sebut saja namanya Putri. Ia menjalin hubungan khusus dengan teman perempuannya selama 4 tahun belakan ini karena pada masa lalu Putri sering di pukuli oleh ayahnya. Pengalaman masa kecil inilah yang membuat Putri sangat benci dengan yang namanya kaum adam. Kemudian ia melampiaskan rasa kasih sayangnya kepada sesame jenisnya.

Oleh karenanya sebelum mengucilkan atau mengomentari yang negatif kepada kaum LGBT. Seharusnya para komentator handal ini, yang melebihi Tuhan, tahu latar belakangnya mengapa seseorang bisa menjadi di antara kaum LGBT.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s